Warning: Declaration of QuietSkin::feedback($string) should be compatible with WP_Upgrader_Skin::feedback($string, ...$args) in /home/krisisli/public_html/wp-content/plugins/ocean-extra/includes/wizard/classes/QuietSkin.php on line 12
IbM PEMETAAN POTENSI UNGGULAN BERBASIS CLUSTER DI DESA KLANTINGSARI KECAMATAN TARIK KABUPATEN SIDOARJO – KrisisLingkungan.com
IbM PEMETAAN POTENSI UNGGULAN BERBASIS CLUSTER DI DESA KLANTINGSARI KECAMATAN TARIK KABUPATEN SIDOARJO

IbM PEMETAAN POTENSI UNGGULAN BERBASIS CLUSTER DI DESA KLANTINGSARI KECAMATAN TARIK KABUPATEN SIDOARJO

Kabupaten Sidoarjo merupakan sebuah kabupaten di Propinsi Jawa Timur Indonesia terbagi atas 18 Kecamatan dan 353 Desa. Kecamatan Tarik bagian dari kecamatan di Kabupaten Sidoarjo Propinsi Jawa Timur, lokasi wilayahnya terletak di sisi paling selatan sisi barat Sidoarjo.
Kecamatan Tarik terletak di sebelah selatan ujung barat Kabupaten Sidoarjo dan berjarak 26 km dari pusat Kota Sidoarjo. Berdasarkan letak geografis, Kecamatan Tarik terletak pada 7° 26′ 50.47″ Lintang Selatan, 112° 29′ 11.03″ Bujur Timur. Wilayah Kecamatan Tarik ini memiliki luas 40,41 Ha dengan batas administrasi sebagai berikut: sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Balongbendo, Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Prambon, sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto dan sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto. Secara umum, Kecamatan Tarik terdiri dari 20 desa/kelurahan. Lokasi Program Pengabdian pada Masyarakat akan dilaksanakan di Desa Klantingsari yang merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Tarik.
Desa Klantingsari ditentukan dengan pertimbangan bahwa kawasan tersebut memiliki 90 % mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Desa Klantingsari terdiri dari 4 Dusun yaitu Wonosari, Dusun Klantingsari, Dusun Bokongduwur dan Dusun Bokongnisor. Desa Klantingsari mempunyai luas wilayah ± 416,19 Ha dengan jumlah penduduk 3958 jiwa, namun kegiatan pengabdian masyarakat Dosen Program Studi PWK berada di Dusun Wonosari.
Berdasarkan Sub Satuan Wilayah Perencanaan (SSWP) Kecamatan Tarik memiliki fungsi utama sebagai zona industri. Salah satu produk unggulan dari industri di Kecamatan Tarik adalah “snack” atau bisa disebut sebagai makanan ringan. Lokasi ini terletak di dusun Wonosari Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo (Gambar 2. Peta dusun Wonosari). Berbagai jenis makanan ringan yang ada di dusun Wonosari, salah satunya yang menjadi produk unggulan adalah “kacang sembunyi” (Hasil Survei, 2016).
Adanya potensi unggulan pada dusun wonosari desa Klantingsari ini memicu pembangunan wilayah yang berkelanjutan melalui konsep Pembangunan Ekonomi Lokal (Local Economic Development), tentunya jika segala aspek mulai dari PEMDES (Pemerintah Desa), masyarakat maupun kelembagaanya saling bersinergi untuk mengembangkan potensi desa. Namun saat ini yang menjadi permasalahan dari dusun Wonosari yaitu belum adanya pemetaan produk unggulan di wilayah tersebut. Pihak pengepul skala desa Klanting hanya mengumpulkan hasil produk dari masing-masing industri rum ah tangga (home industry)ymg kemudian dijual di beberapa agen mulai dari skala kabupaten maupun skala provinsi. Oleh karena itu dibutuhkan pengelompokkan mulai dari tempat produksi sampai pada tahap pemasaran dimana biasanya dikenal sebagai klaster (cluster). Hal ini selaras dengan pendapat Bappenas (2014) bahwa klaster memiliki dua elemen yaitu (1) perusahaan dalam klaster harus saling berhubungan, dan (2) berlokasi di suatu tempat yang saling berdekatan, yang mudah dikenali sebagai suatu kawasan industri. Namun saat kegiatan industri di dusun Wonosari masih belum banyak masyarakat luar yang mengetahui. Oleh karena itu dibutuhkan pemetaan produk unggulan di dusun wonosari desa Klantingsari. Teknik informasi yang dilakukan agar masyarakat mengetahui akan keberadaan potensi unggulan di dusun wonosari melalui pembuatan paflet dan baliho. Berikut hasil Pengabdian Masyarakat yang telah saya lakukan bersama dengan TIM Fakultas Teknik Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Leave a Reply

Close Menu